RSS

KONSEP BUDAYA CINA, JAWA DAN BALI

13 Mei
  1. A.         Konsep Budaya Cina

Budaya Cina berkaitan erat dengan pandangan hidup orang Cina yang mengutamakan :

–     Nilai kemakmuran

–     Kelimpahan harta

–     Kedamaian dan ketentraman

–     Kesehatan dan

–     Umur panjang

Budaya Cina tidak lepas dari kepercayaan orang Cina tentang Feng Shui sebagai seni hidup dalam keharmonisan dengan alam. Konsep Feng Shui merupakan kebijakan kuno yang menyarankan adanya keseimbangan dan keselarasan dengan alam.

Secara harfiah Feng Shui berarti ANGIN dan AIR secara filsofis Feng Shui adalah angin yang tidak dapat dimengerti dan air yang tidak dapat di genggam.

Ada beberapa konsep dalam budaya Cina yakni :

  1. Chi (napas kosmis)

Chi adalah energi, daya hidup yang membantu keberadaan manusia, chi tercipta di alam oleh air yang mengalir dengan lembut atau oleh bentuk gunung dan oleh bentuk simetri dari sekelilingnya.

  1. Lima unsur yakni :

–     Api berwarna merah, musim panas dan arah selatan.

–     Air berwarna hitam, musim dingin dan arah utara.

–     Kayu berwarna hijau, dan arah timur.

–     Logam berwarna putih keemasan dan arah barat.

–     Tanah berwarna kuning dan arah pusat.

Dalam lima unsur ini terdapat dua (2) siklus yakni :

–     Siklus positif

–     Siklus merusak

Gambaran siklus positif :

Keterangan :

–   Api menghasilkan tanah.

–   Tanah menghasilkan logam

–   Logam menghasilkan air

–   Air menghasilkan kayu dan

–   Kayu menghasilkan api

Gambaran siklus merusak :

Keterangan :

–   Kayu menghancurkan tanah

–   Tanah menghancurkan air

–   Air menghancurkan api

–   Api menghancurkan logam

–   Logam menghancurkan kayu

  1. I-Ching

I-Ching adalah naskah kuno yang menjadi dasar peradaban, yang menekankan hubungan antara nasib manusia dan alam. I-Ching terdiri dari 64 heksagram, yang masing-masing berisi kombinasi garis putus dan garis utuh yang mewakili tenaga kutub alam semesta.

–         Yang bersifat positif Þ garis utuh

–         Yang bersifat negatif Þ garis putus

Tri gramnya :

Heksagramnya :

  1. Tahun Kelahiran :

Orang Cina biasa menggunakan simbol binatang sebagai tahun kelahiran seseorang. Dimana ada 12 nama binatang yang digunakan untuk menggambarkan tahun kelahiran.

  1. Yin-yang (Konsep keselarasan dan keseimbangan)

Gambar (lambang dari Yin-yang)

Rincian Yin-yang

Yin     Þ  gelap, pasif, wanita, bulan, dingin, ganjil, lembut, negatif, diam.

Yang Þ  aterang, aktif, pria, matahari, panas, genap, keras, positif, gerak.

  1. Pa Kua

Yakni lambang berbentuk segi delapan yang menggambarkan empat titik mata angin utama dan empat titik tambahan.

  1. Tahayul dan Simbolisme :

Feng Shui berkaitan erat dengan kepercayaan akan tahayul dan lambang yang menjadi karakter orang Cina. Mereka menggunakan benda-benda takhayul yang menyimbulkan permohonan seperti patung katak yang menggigit uang logam yang diletakkan di meja.

  1. B.         Konsep Budaya Jawa

Beberapa konsep budaya Jawa seperti :

  1. Religi Jawa;

Animisme, dinamisme, sinkritisme dan agama Jawa. Pemujaan pada roh disebut animisme dan pemujaan pada kekuatan benda-benda disebut dinamisme. Ritual dan sesaji adalah bentuk penyelarasan dengan lingkungan metafisik, agar kekuatan adikodrati itu selaras. Representasi pemujaan roh dapat dilihat dari tradisi budaya selamatan orang meninggal. Ada penyatuan ajaran antara animisme, dan dinamisme yang berbaur dengan agama Hindu, Budha bahkan Kristen dan Islam sehingga terjadilah sinkretisme. Wujud sinkretisme yang paling menonjol adalah prilaku mistik kejawen yang terlihat dalam penganut Islam abangan (kejawen) yang lebih banyak diwarnai sinkretisme, yang bertolak belakang dengan Islam putih yaitu Islam yang sesuai dengan ajaran asli Arab yang biasanya diajarkan di pondok pesantren.

  1. Slametan (selamatan)

Slametan adalah sebuah ritual yang dimaksudkan untuk memohon keselamatan untuk memperoleh keselamatan lahir dan batin dari gangguan makhluk halus. Dalam tradisi Jawa muncul berbagai macam selamatan, seperti :

~       Selamatan sebelum lahir (dalam kandungan).

~       Selamatan kelahiran seperti, neloni (tiga bulan peringatan bayi), mitoni (tujuh bulanan).

~       Selamatan perkawinan seperti : midodareni (menjelang perkawinan).

~       Upacara kematian seperti : surtanah (baru meninggal), nelung duia, pitung duia, patang puluh, nyatus, mendak pisan (1 tahun), mendak pindo (dua tahun) dan nyewu (seribu hari).

  1. Primbon, suluk, dan wirid.

Primbon memuat petung (perhitungan), mengetahui watak manusia, pindah rumah atau persyaratan hajat lainnya. Hal ini dapat dijumpai dalam karya sastra Jawa seperti : Serat Chentini, Serat Cibolek, Serat Wirid, Hidayat Jati, Babat Tanah Jawa dan sebagainya.

  1. Tata Krama

adalah : adab, sopan santun Jawa dalam berbahasa, bersikap dan bertingkah laku yang sangat dijunjung tinggi dan menjadi ciri budaya Jawa. Hal-hal yang berkaitan dengan sub : religi, slametan dan primbon mengarah pada sisi vertikal budaya Jawa yang berkaitan dengan orientasi ketuhanan sedangkan tata krama berkaitan dengan sisi horisontal berkaitan dengan hubungan antara manusia.

  1. Petung

Petung atau perhitungan menduduki tempat yang sangat strategis dan urgen dalam budaya Jawa.

Mis :   –   hari kelahiran dihitung : minggu = 5, senin = 4, selasa = 3, rabu = 7, kamis = 8, jumat = 6, sabtu = 9.

–   Pasaran dihitung : paing = 9, pon = 7, wage = 4, kliwon = 8,       legi = 5.

  1. Makanan

Ciri makanan khas Jawa : rawon, gudeg, lontong balap, urap-urap, gado-gado, sop buntut dan sebagainya.

  1. Falsafah hidup

Falsafah hidup orang Jawa dapat menjadi ciri penanda khas tradisi budaya Jawa.

Mis :   ~  Ajining diri soko lathi artinya : kehormatan diri berasal dari tutur kata yang baik (lathi).

~  Ajining awak soko tumindak artinya : dari perbuatan baik yang kita lakukan (tumindak).

~  Ajining sariro soko busono artinya : dari pakaian yang kita sandang (busono).

~  Ngundhuh wohing pakarti (menuai buah dari yang ditanam = hukum sebab akibat).

~  Alon-alon waton kelakon (biar lambat asal selamat).

  1. Produk Budaya

Berbagai produk budaya seperti : keris, wayang, rumah, pakaian dan peralatan lainnya dapat menjadi ciri penanda yang ada pada budaya Jawa. Dikalangan Jawa tradisional, sebagai lelaki sejati jika ia sudah memiliki 5 unsur simbolik seperti :

~       Curiga (keris)

~       Turangga (motor atau mobil)

~       Wisma (rumah atau tempat tinggal)

~       Wanita (istri)

~       Kukila (burung = keindahan)

  1. C.         Konsep Budaya Bali
    1. Darma

Yaitu : suatu jalan yang halus dan sejuk yang dapat melindungi dan menjaga orang yang mengikuti dan menjauhkan  bencana sehingga menjadi orang yang gembira, tentram dan bahagia.

  1. Tri Hita Karana :

Konsep keselarasan hubungan yang mendatangkan kebahagiaan. Keselarasan hubungan tersebut meliputi :

~       Keselarasan hubungan manusia dengan Tuhan.

~       Keselarasan hubungan manusia dengan sesama manusia.

~       Keselarasan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.

  1. Rwa Bhineda

Konsep dualistik yang mengekspresikan dua katagori yang berlawanan dalam hidup (positif dan negatif, baik dan buruk). Prinsip Rwa Bhineda sama dengan prinsip Yin-Yang dari budaya Cina.

  1. Karmaphala

Satu dari lima sistem kepercayaan agama Hindu. (Panca Çarada) yaitu :

~       Percaya adanya Tuhan.

~       Percaya adanya atman (roh).

~       Percaya adanya Punarbawa (reinkarnasi).

~       Percaya adanya roh dan leluhur.

~       Percaya adanya karmaphala ó ini yang menjadi konsep budaya masyarakat Bali.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 13, 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: