RSS

USABHA DANGSIL DI DESA ADAT MERITA

13 Mei
  1. I.           Latar Belakang

Menghormati wong perahu atau wong Jawa yang mempertahankan Desa Adat Merita dari kehancuran karena serangan dari desa lain serta menyelamatkan warga desa Merita dari kesengsaraan dan bahaya karena serangan wabah penyakit.

  1. II.        Pengertian Usabha Dangsil

Usabha Dangsil adalah : pelaksanaan yadnya yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Adat Merita dengan sarana dangsil yang alat dan bahan sesajennya dari berbagai buah-buahan , daun-daunan, bermacam-macam biji-bijian serta jajan seperti jajan uli, jajan gina yang dibentuk atau disusun seperti meru (dangsil), dimana kerangkanya dibuat dari bambu yang dihiasi daun enau (ron).

  1. III.     Tujuan Dilaksanakan Usabha Dangsil
    1. Untuk menghormati wong perahu (orang Jawa) yang merupakan salah satu leluhur dari warga Desa Adat Merita (Ki Pasek Tulamben).
    2. Rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan atas kesejahteraan dan kemakmuran yang dilimpahkan kepada warga Desa Adat Merita dengan mempersembahkan hasil bumi seperti di atas.
  1. IV.      Proses / Pelaksanaan Upacara Usabha Dangsil

Usabha Dangsil dilaksanakan 2 tahun sekali setiap Purnama sasih kaenam. Dalam prosesi upacara Usabha Dangsil ini semua warga Desa Adat Merita membawa sesajen ke Pura Desa. Sesajen khusus yang menyerupai dangsil diletakkan di samping perahu yang ada di tengah natar Pura Desa, di Desa Adat Merita. Saat upacara berlangsung yang diantar oleh Sulinggih semua warga duduk rapi dalam suasana hening. Disaat itu pula, 9 orang yang sudah ditunjuk (turun temurun) memakai pakaian orang Madura mereka menari mengelilingi perahu dan dangsil itu. Mereka menari dengan gaya orang Madura dan tanpa disadari, biasanya mereka menari sambil membawa clurit dan ditusukkan ke dadanya. Sampai mereka habis menari baru acara persembahyangan dilanjutkan. Upacara usai semua warga pulang dan glungsur isi dangsil sama-sama satu secara merata dengan tujuan memperoleh keselamatan.

Menurut tokoh Desa Adat Merita; Bapak Wayan Berata, beliau mengatakan jika Usabha Dangsil ini tidak diadakan maka hasil bumi di desa ini akan menurun serta banyak warga yang sakit (desa kena musibah). Sehingga keberadaan Ngusabha Dangsil ini tetap eksis sampai sekarang, sebagai pertanda bahwa warga Desa Adat Merita tetap menghormati leluhur mereka (wong perahu) serta rasa syukur yang dipersembahkan kepada Tuhan atas dikaruniai keselamatan dan kemakmuran.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 13, 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: