RSS

CIRI – CIRI ANAK SUPERIOR DAN INPERIOR

  1. A.         Ciri-ciri anak yang Superior

Anak superior adalah anak yang memiliki tingkat kecerdasan serta tingkat bakat yang tinggi (istimewa),

Ciri-ciri anak superior yakni :

–         Berpenampilan yang meyakinkan.

–         Percaya diri.

–         Berpandangan sangat tajam.

–         Berdisiplin, serta selalu ingin mengetahui apa yang belum diketahui.

–         Cepat menangkap apa yang baru diberikan.

–         Memiliki daya ingat yang kuat.

–         Bermental tinggi, sulit dipengaruhi dengan hal-hal yang bertentangan dengan pikirannya.

–         Bertingkah laku sopan, agresif, lincah, dan selalu tepat sasaran.

Ciri-ciri ini kami ambil sesuai dengan fakta (kenyataan) yang ada pada anak (siswa) kami yang sekarang berada di kelas empat (IV) SD No. 2 Dukuh. Kami dapat memasukkan siswa ini ke dalam anak superior karena ciri-cirinya seperti apa yang kami tuliskan di atas. Setiap diberi pelajaran dengan pokok bahasan yang baru, siswa ini sudah terlebih dahulu mengetahui materi yang akan diberikan. Menurut siswa ini dia sudah mempelajari semua pelajaran yang ada di kelas IV (empat) sehingga sering kami gunakan sebagai tutor sebaya yang sering membimbing teman-temannya dalam belajar.

Kalau kita lihat dari segi keluarga dan lingkungannya tidak begitu istimewa karena keluarga siswa ini bisa dibilang berekonomi sedang – ke bawah. Serta lingkungan siswa ini berada di lereng gunung Agung yang sudah tentunya jauh dari perkotaan.

  1. B.         Ciri-ciri anak yang Inperior

Anak inperior adalah anak yang memiliki tingkat kecerdasan dan bakat yang sangat rendah (Down Syndrom).

Ciri-ciri anak inperior yakni ;

–         Berpenampilan kurang meyakinkan.

–         Kurang percaya diri.

–         Berpandangan redup (layu).

–         Lambat dalam menerima sesuatu yang baru.

–         Memiliki daya ingat yang sangat lemah.

–         Bermental rendah, mudah dipengaruhi, selalu menunggu teman untuk menyelesaikan suatu masalah.

–         Pendiam, jarang berkomunikasi.

–         Sulit dalam hal membaca.

Ciri-ciri ini kami ambil dari siswa kami yang sekarang duduk di kelas V (lima) SD No. 2 Dukuh. Kami dapat menggolongkan anak ini ke dalam anak inperior karena ciri-cirinya seperti yang telah kami tulis di atas. Saat diberi pelajaran anak ini selalu diam, tidak ada reaksi apapun. Menyalin pelajaran yang ditulis di papan tulis selalu lambat, dan selalu harus di tuntun. Bila di suruh membaca masih terbata-bata bahkan selalu diam. Jarang membuat tugas, selalu diam dalam berdiskusi bahkan sering ngantuk. Bila diberi pekerjaan (soal) dan dilihat buku tulisnya selalu kosong dan ditutup.

Kalau dilihat dari segi keluarga hampir sama dengan keluarga siswa kami yang superior, bahkan ekonomi keluarga anak ini lebih dari anak yang superior.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 13, 2011 in Uncategorized

 

SUNYINYA HARIKU by NI PUTU EKA NOVITA ARIKAWATI (alm)

Indah dan terangnya sang mentari di atas sana disertai gemercik air sungai yang tenang, serta merdunya bunyi ayam berkokok menandai hari telah pagi. Mataku terbuka perlahan-lahan, terdengar suara ibu yang tatkala itu ingin membangunkan aku. Pagi telah datang lagi berarti hari-hariku telah berkurang 1 hari lagi, ya memang ini adalah rahasia terbesar dalam hidupku bahkan dari orang tuaku. Waktu itu aku sedang bertamasya dengan teman-temanku ke salah satu obyek wisata di sini, awalnya sihc aku baik-baik saja dan bahagia sekali tapi pada suatu malam paru-paruku terasa sakit sekali, bernafaspun aku susah, aku sangat panik tat kala itu, untunglah Rani temanku masuk ke kamarku disalah satu penginapan dimana kami menginap waktu itu. Dengan rasa gelisah ia langsung mengantarkanku ke rumah sakit yang dekat dari sana, di tengah lelapnya tidur teman-teman kami dan di tengah sunyinya malam, ia berusaha mencari angkot untuk membawaku ke rumah sakit, sudah hampir setengah jam kami menunggu namun satu angkot pun tak kunjung datang. Paru-paruku semakin sakit, nafasku terasa makin sesak, “Angkot ……. angkot” teriak Rani, oh Tuhan sukurlah ada angkot juga. Di rumah sakit pun kami masih harus menunggu karena masih banyak pasien, tat kala itu rasanya aku sudah tak punya semangat hidup lagi. Menunggu ….. menunggu  satu demi satu pasien yang tak kurun habis jua. “Ran … Ran aku udah gak tahan nafasku sesak banget”. “Tenang Sus bentar lagi giliran kita kok, sabar ya”!!! sambung Rani. Akhirnya giliran ku tiba dengan langkah kaki yang pelan aku masuk ke ruangan dokter, aku diperiksa kurang lebih 20 menit hatiku dag ….. dig ….. dug, tanganku bergemetaran menunggu hasil pemeriksaan dokter. “Bagaimana keadaan saya dok?” “Apakah anda pernah mengalami keluhan seperti ini dulu?” “Tidak dok, baru hari ini saja” jawabku. Ya Tuhan ternyata aku mengidap kanker paru-paru stadium lanjut, kata dokter penyakitku sudah parah. Aku syok mendengar kata-kata itu, aku terdiam dalam kesunyian, air mataku tak bisa tertahan lagi, Rani memelukku kencang, apalagi dokter bilang kalau hidupku tak lama lagi. Tersentak rasanya nafasku berhenti, “kenapa harus ini terjadi pada diriku Ran? kenapa?”. “Tenang  Sus, kamu harus tabah ya!”. Sepulang dari rumah sakit aku meminta Rani untuk merahasiakan ini semua dari siapapun termasuk orang tua ku.

Itulah masalah yang sampai saat ini aku rahasiakan, jarum jam menunjukkan pukul 07.00 aku harus segera bersiap-siap sebelum Rani datang menjemputku. Tit …. tit ….. tit terdengar suara bel motor Rani, itu artinya dia sudah datang menjemputku, aku bergesa turun ke bawah dan berpamitan pada orang tuaku. “Gak sarapan nak” tanya ibu yang sedang asik menikmati hidangan sarapan pagi. “Gak bu, nanti aja di sekolah, pergi ya bu” sahutku cepat, “hati-hati”. Di sekolah aku slalu terdiam, walau teman-temanku slalu ingin mengajakku bergaul, tapi sejujurnya aku malu dengan penyakit yang ada pada diriku ini. “Teng…. Teng …. Teng  bel masuk berbunyi aku terbangun dari lamunanku. Aku ikuti pelajaran dengan tenang, tiap hari aku memang slalu seperti ini, “Sus!” Aku terkaget ketika Rani menepuk punggungku. “Kenapa Ran?” tanyaku, “Sus kamu nanti pulang sama aku kan?” “Iya” sahutku. Jam istirahat adalah waktu yang paling aku benci karna aku tak bisa melihat keceriaan teman-temanku, sebenarnya aku ingin ikut bergabung dengan mereka, sering kali mereka mengajakku, tapi aku menghindar, aku takut mereka menjauhi ku setelah tau keadaanku. Hari-hariku slalu kulalui dengan kesendirian dan kesunyian, aku sangat berubah dari yang dulu sejak ku ketahui penyakitku ini. Suatu hari di rumah dadaku terasa sakit , paru-paruku sesak oh ya Tuhan obatku habis, aku lalu memberi tau keadaanku pada Rani, slama ini Rani slalu menyuruhku untuk jujur pada orang tuaku tapi aku slalu keras kepala karna aku takut mereka sedih mendengar kondisiku ini. Aku tak tau tiba-tiba ibu masuk ke kamarku ia melihat keadaanku yang sedang mengeluh kesakitan. Ibu panik dia tanpa basa-basi lagi langsung mengajakku ke rumah sakit. Hari itu sungguh pilu aku harus di rawat di rumah sakit, keluargaku menangis setiap hari sedihnya melihat aku dalam keadaan seperti ini, keadaan yang tak tentu. “Kenapa kamu rahasiakan semua ini dari kami nak” ibuku berkata dengan tangisnya yang membuat hatiku merasa sangat bersalah. Seminggu kemudian dokter membolehkan aku pulang namun penyakitku telah parah dan hidupku sudah tak lama lagi, disisa hidupku ini ingin ku isi hari-hariku dengan kebahagiaan bersama keluarga dan teman-temanku, walau hanya sementara dan sesaat sebelum kepergianku kelak.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 13, 2011 in Uncategorized

 

KONSEP BUDAYA CINA, JAWA DAN BALI

  1. A.         Konsep Budaya Cina

Budaya Cina berkaitan erat dengan pandangan hidup orang Cina yang mengutamakan :

–     Nilai kemakmuran

–     Kelimpahan harta

–     Kedamaian dan ketentraman

–     Kesehatan dan

–     Umur panjang

Budaya Cina tidak lepas dari kepercayaan orang Cina tentang Feng Shui sebagai seni hidup dalam keharmonisan dengan alam. Konsep Feng Shui merupakan kebijakan kuno yang menyarankan adanya keseimbangan dan keselarasan dengan alam.

Secara harfiah Feng Shui berarti ANGIN dan AIR secara filsofis Feng Shui adalah angin yang tidak dapat dimengerti dan air yang tidak dapat di genggam.

Ada beberapa konsep dalam budaya Cina yakni :

  1. Chi (napas kosmis)

Chi adalah energi, daya hidup yang membantu keberadaan manusia, chi tercipta di alam oleh air yang mengalir dengan lembut atau oleh bentuk gunung dan oleh bentuk simetri dari sekelilingnya.

  1. Lima unsur yakni :

–     Api berwarna merah, musim panas dan arah selatan.

–     Air berwarna hitam, musim dingin dan arah utara.

–     Kayu berwarna hijau, dan arah timur.

–     Logam berwarna putih keemasan dan arah barat.

–     Tanah berwarna kuning dan arah pusat.

Dalam lima unsur ini terdapat dua (2) siklus yakni :

–     Siklus positif

–     Siklus merusak

Gambaran siklus positif :

Keterangan :

–   Api menghasilkan tanah.

–   Tanah menghasilkan logam

–   Logam menghasilkan air

–   Air menghasilkan kayu dan

–   Kayu menghasilkan api

Gambaran siklus merusak :

Keterangan :

–   Kayu menghancurkan tanah

–   Tanah menghancurkan air

–   Air menghancurkan api

–   Api menghancurkan logam

–   Logam menghancurkan kayu

  1. I-Ching

I-Ching adalah naskah kuno yang menjadi dasar peradaban, yang menekankan hubungan antara nasib manusia dan alam. I-Ching terdiri dari 64 heksagram, yang masing-masing berisi kombinasi garis putus dan garis utuh yang mewakili tenaga kutub alam semesta.

–         Yang bersifat positif Þ garis utuh

–         Yang bersifat negatif Þ garis putus

Tri gramnya :

Heksagramnya :

  1. Tahun Kelahiran :

Orang Cina biasa menggunakan simbol binatang sebagai tahun kelahiran seseorang. Dimana ada 12 nama binatang yang digunakan untuk menggambarkan tahun kelahiran.

  1. Yin-yang (Konsep keselarasan dan keseimbangan)

Gambar (lambang dari Yin-yang)

Rincian Yin-yang

Yin     Þ  gelap, pasif, wanita, bulan, dingin, ganjil, lembut, negatif, diam.

Yang Þ  aterang, aktif, pria, matahari, panas, genap, keras, positif, gerak.

  1. Pa Kua

Yakni lambang berbentuk segi delapan yang menggambarkan empat titik mata angin utama dan empat titik tambahan.

  1. Tahayul dan Simbolisme :

Feng Shui berkaitan erat dengan kepercayaan akan tahayul dan lambang yang menjadi karakter orang Cina. Mereka menggunakan benda-benda takhayul yang menyimbulkan permohonan seperti patung katak yang menggigit uang logam yang diletakkan di meja.

  1. B.         Konsep Budaya Jawa

Beberapa konsep budaya Jawa seperti :

  1. Religi Jawa;

Animisme, dinamisme, sinkritisme dan agama Jawa. Pemujaan pada roh disebut animisme dan pemujaan pada kekuatan benda-benda disebut dinamisme. Ritual dan sesaji adalah bentuk penyelarasan dengan lingkungan metafisik, agar kekuatan adikodrati itu selaras. Representasi pemujaan roh dapat dilihat dari tradisi budaya selamatan orang meninggal. Ada penyatuan ajaran antara animisme, dan dinamisme yang berbaur dengan agama Hindu, Budha bahkan Kristen dan Islam sehingga terjadilah sinkretisme. Wujud sinkretisme yang paling menonjol adalah prilaku mistik kejawen yang terlihat dalam penganut Islam abangan (kejawen) yang lebih banyak diwarnai sinkretisme, yang bertolak belakang dengan Islam putih yaitu Islam yang sesuai dengan ajaran asli Arab yang biasanya diajarkan di pondok pesantren.

  1. Slametan (selamatan)

Slametan adalah sebuah ritual yang dimaksudkan untuk memohon keselamatan untuk memperoleh keselamatan lahir dan batin dari gangguan makhluk halus. Dalam tradisi Jawa muncul berbagai macam selamatan, seperti :

~       Selamatan sebelum lahir (dalam kandungan).

~       Selamatan kelahiran seperti, neloni (tiga bulan peringatan bayi), mitoni (tujuh bulanan).

~       Selamatan perkawinan seperti : midodareni (menjelang perkawinan).

~       Upacara kematian seperti : surtanah (baru meninggal), nelung duia, pitung duia, patang puluh, nyatus, mendak pisan (1 tahun), mendak pindo (dua tahun) dan nyewu (seribu hari).

  1. Primbon, suluk, dan wirid.

Primbon memuat petung (perhitungan), mengetahui watak manusia, pindah rumah atau persyaratan hajat lainnya. Hal ini dapat dijumpai dalam karya sastra Jawa seperti : Serat Chentini, Serat Cibolek, Serat Wirid, Hidayat Jati, Babat Tanah Jawa dan sebagainya.

  1. Tata Krama

adalah : adab, sopan santun Jawa dalam berbahasa, bersikap dan bertingkah laku yang sangat dijunjung tinggi dan menjadi ciri budaya Jawa. Hal-hal yang berkaitan dengan sub : religi, slametan dan primbon mengarah pada sisi vertikal budaya Jawa yang berkaitan dengan orientasi ketuhanan sedangkan tata krama berkaitan dengan sisi horisontal berkaitan dengan hubungan antara manusia.

  1. Petung

Petung atau perhitungan menduduki tempat yang sangat strategis dan urgen dalam budaya Jawa.

Mis :   –   hari kelahiran dihitung : minggu = 5, senin = 4, selasa = 3, rabu = 7, kamis = 8, jumat = 6, sabtu = 9.

–   Pasaran dihitung : paing = 9, pon = 7, wage = 4, kliwon = 8,       legi = 5.

  1. Makanan

Ciri makanan khas Jawa : rawon, gudeg, lontong balap, urap-urap, gado-gado, sop buntut dan sebagainya.

  1. Falsafah hidup

Falsafah hidup orang Jawa dapat menjadi ciri penanda khas tradisi budaya Jawa.

Mis :   ~  Ajining diri soko lathi artinya : kehormatan diri berasal dari tutur kata yang baik (lathi).

~  Ajining awak soko tumindak artinya : dari perbuatan baik yang kita lakukan (tumindak).

~  Ajining sariro soko busono artinya : dari pakaian yang kita sandang (busono).

~  Ngundhuh wohing pakarti (menuai buah dari yang ditanam = hukum sebab akibat).

~  Alon-alon waton kelakon (biar lambat asal selamat).

  1. Produk Budaya

Berbagai produk budaya seperti : keris, wayang, rumah, pakaian dan peralatan lainnya dapat menjadi ciri penanda yang ada pada budaya Jawa. Dikalangan Jawa tradisional, sebagai lelaki sejati jika ia sudah memiliki 5 unsur simbolik seperti :

~       Curiga (keris)

~       Turangga (motor atau mobil)

~       Wisma (rumah atau tempat tinggal)

~       Wanita (istri)

~       Kukila (burung = keindahan)

  1. C.         Konsep Budaya Bali
    1. Darma

Yaitu : suatu jalan yang halus dan sejuk yang dapat melindungi dan menjaga orang yang mengikuti dan menjauhkan  bencana sehingga menjadi orang yang gembira, tentram dan bahagia.

  1. Tri Hita Karana :

Konsep keselarasan hubungan yang mendatangkan kebahagiaan. Keselarasan hubungan tersebut meliputi :

~       Keselarasan hubungan manusia dengan Tuhan.

~       Keselarasan hubungan manusia dengan sesama manusia.

~       Keselarasan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.

  1. Rwa Bhineda

Konsep dualistik yang mengekspresikan dua katagori yang berlawanan dalam hidup (positif dan negatif, baik dan buruk). Prinsip Rwa Bhineda sama dengan prinsip Yin-Yang dari budaya Cina.

  1. Karmaphala

Satu dari lima sistem kepercayaan agama Hindu. (Panca Çarada) yaitu :

~       Percaya adanya Tuhan.

~       Percaya adanya atman (roh).

~       Percaya adanya Punarbawa (reinkarnasi).

~       Percaya adanya roh dan leluhur.

~       Percaya adanya karmaphala ó ini yang menjadi konsep budaya masyarakat Bali.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 13, 2011 in Uncategorized

 

Sejarah Desa Culik

Menurut Pemunder Desa yang ada bahwa Desa Culik didirikan sekitar abad ke enam kurang lebih Isaka 500. Desa adat Culik termasuk dalam wilayah Desa Adat Datah. Pada mulanya desa yang dekat dengan Pantai Amed ini bernama Desa Culidra. Berselang beberapa tahun datanglah Bhatari Danuh Sakti dari Bhatara Wisnu ke Desa Culidra dengan membawa sesuatu yang terbungkus di dalam daun kumbang. Para Prekangge Desa Culidra dengan sembah sungkem menerima kedatangan Bhatari Danuh. Bhatari Danuh bersabda kepada Prekangge Desa Culidra agar melakukan Yadnya Ngebo. Saking ingin tahunya akan isi bungkusan daun kumbang yang dibawa Bhatari Danuh, Para Prekangge Desa Culidra benda tersebut serta mengorek – orek (Nyulik – nyulik) dengan lidi, tiba – tiba jatuhlah setitik air. Air ini berubah menjadi mata air besar. Karena besarnya air yang keluar menimbulkan sebuah sungai di sebelah Pasar Culidra. Aliran air pada suangai ini menimbulkan bunyi “Nguuuuung” sehingga sungai tersebut sampai sekarang diberi nama Tukad Macengung (Tukad Cengung). Bhatari Danuh cukup murka atas ulah para Prekangge Desa Culidra ini. Akhirnya beliau mengubah nama Desa Culidra menjadi Desa Culik. Tambahan pula mengatakan bahwa di Culik tidak akan ada mata air besar hanya ada pemerasan saja. Lama – lama mata air yang diakibatkan tetesan air daun kumbang tersebut sirna. Menyadari kekeliruannya maka para Prekangge Desa Culik memohon ampun kehadapan Bhatari Danuh. Bhatari Danuh akhirnya mengampuni perbuatan para Prekangge Desa Culik namun beliau bersabda : Setiap sepuluh tahun sekali di Desa Culik agar dilaksanakan upacara besar Ngusaba Ngebo. Beliau melanjutkan perjalanan ke Ababi. Disini kedatangan beliau mendapatkan sambutan sebagaimana mestinya dari para Prekangge Desa Ababi sesuai harapan beliau. Maka di Desa Ababi muncul mata air besar yang mampu mengairi sawah ratusan hektar sampai sekarang. Beliau juga melanjutkan perjalanan sampai ke Sidemen dan Selat dimana dimasing – masing desa itu beliau mendapatkan sambutan yang sma sehingga berlimpah air yang muncul mampu memakmurkan desa – desa tersebut.
Ratusan tahun kemudian Desa Culik terus menapaki sejarah keberadaannyadi bawah naungan Desa Adat Datah lengkap dengan segala tugas dan kewajibannya bersama Desa Adat Tukad Besi. Setiap aci di Desa Adat datah, Desa Culik kena urunan babi guling beserta sarana (runtutan) lainnya, sedangkan Desa Adat Tukad Besi kena urunan dangsil. Para Prekangge Desa Adat Culik seperti Arya Gajah Para dan Ki Pasek Culik beserta tetangan Desa lainnya seperti I Poh Tegeh, Ki Peminggir, Arya Tegeh Kori dll. Merasa berat atas kewajiban tersebut dan ingin berdiri sendiri, maka dicarilah daya upaya dengan membawa guling babi butuhan yang mana hal tersebut ditolak oleh prekangge Desa Adat Datah. Wicara ini sampai ke tangan Raja Karangasem. Akhirnya diputuskan oleh Raja Karangasem, Anak Agung Made Ngurah Karangasem bahwa Desa Adat Culik berdiri sendiri (ngawengku) di Desa Adat Culik.
Pada suatu saat Kerajaan Karangasem mengalami cobaan dimna terjadi kekacauan karena perlawanan I Gusti Ngurah Ketut Jit Mategil dari Sibetan. Raja Karangasem menugaskan Ki Pasek Culik, Ki Arya Gajah Para beserta tetangan desa lainnya disertai warga Desa Culik untuk menumpas pemberontak dimaksud bersama para kawula lainnya dari desa – desa lain. Pemberontakan I Gusti Ngurah Ketut Jit Mategil dapat dikalahkan. Sebagai bukti kemenangan maka para Prekangge dari Culik mejejarah (mengambil benda), seseorang diantaranya memikul sebuah kentongan besar, seorang lagi memikul batu lompeh (pipih) besar. Kedua benda ini ditempatkan di Banjar Seroni (Seloni) sampai sekarang. Kulkul dimaksud sangat dikeramatkan sempat berbunyi sendiri kalau desa dalam keadaan terancan atau gawat, sedangkan batu lompeh dimaksud dipakai tempat membersihkan babi saat ngebat.
Perjalanan sejarah berlanjut terus. Pada jaman kerajaan dahulu, Culik sempat ditetapkan sebagai satu tempat kepala wilayah kepuuggawaan (Punggawa) mewilayahi beberapa desa yang ada, adapun punggawa yang ditugaskan di Culik adalah I Gusti Nyoman Ngurah dari Sibetan yang bertempat tinggal di Jero Puri Culik dkat perempatan agung Desa Culik. Selanjutnya yang kekal adalah perubahan, akhirnya wilayah kepunggawaan Kerajaan Karangasem diperciut menjadi beberapa punggawa, Culik dihapuskan sebagai pusat kepunggawaan maka jadilah Culik sebagai Desa Perbekelan mewilayahi sampai ke Bunutan, sedangkan di Culik sendiri mewilayahi 17 banjar. Lanjut pada jaman kemerdekaan, Culik tetap sebagai Desa Perbekelan namun karena perubahan tatanan pemerintahan maka Culik menjadi Desa Pemerintahan yang dikepalai oleh seorang kepala Desa.
Wilayah Desa Culik demikian luas, mewilayahi 17 dusun / banjar . hal ini menyebabkan banyak hambatan yang dihadapi didalam meladeni kepentingan masyarakat maupun menata dan memelihara ketertiban, keamanan dankelancaran informasi maupun tugas secara timbal balik. Demi untuk demi kecepatan dan kelancaran layanan kepada masyarakat, memenuhi tuntutan jaman di era globalisasi ini maka Desa Culik yang demikian luas akhirnya dimekarkan menjadi empat desa persiapan yaitu :
1. Desa Persiapan Kertha Mandala mewilayahi Dusun / Banjar Linggawana, Tegalinggah, Kangkaang, dan Kebon.
2. Desa Persiapan Labasari mewilayahi Dusun / Banjar Merita, Peselatan dan Bebayu.
3. Desa Persiapan Purwa Kerthi mewilayahi Dusun / Banjar Biaslantang Kaler, Biaslantang Kelod, Babakan, Amed dan Lebah.
4. Desa Induk Culik mewilayahi Dusun / Banjar Buayang, Pekandelan, Amerthasari, Geria dan Seloni.
Selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tk. I Bali, tanggal 24 Desember 1988 : 460 tahun 1988, tanggal 7 Januari 1989 Nomor : 10 tahun 1989 dan tanggal 6 Pebruari 1989 Nomor : 47 tahun 1989 beberapa Desa di Kabupaten Karangasem telah sah dan resmi menjadi desa persiapan sehingga Desa Culik memiliki wilayah yang demikian sempit terdiri dari lima dusun atau banjar. Selanjutnya berdasarkan persetujuan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tangga 30 September 1991 Nomor : 140/3823/FUOD maka Gubernur Kepala Daerah Tk. I Bali menurunkan surat keputusan Nomor : 661 tahun 1991 tanggal 28 Oktober 1991. isinya, meningkatkan status desa – desa persiapan di Kabupeten Karangasem menjadi Desa Difinitif. Mulai saat itu sah dan resmi desa –desa persispan tersebut seperti Desa Kertha Mandala, Purwa Kerthi, Labasari menjadi Desa Difinitif, sedangkan Desa Culik menjadi Desa Baru dengan wilayah yang hanya lima dusun / banjar.
Demikian sekilas sejarah tentang Desa Culik dapat dipaparkan apa adanya sesuai perkembangan dan perjalanan sejarah yang dirunutnya. Namun susunan sejarah ini masih jauh dari sempurna. Sangat diharapkan partisifasi para cerdik pandai Desa Culik khususnya dan masyarakat luas guna menyempurnakannya. Semoga ada manfaatnya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 13, 2011 in Uncategorized

 

Sejarah Kabupaten Karangasem

Sebelum tahun 1908 Kabupaten Karangasem merupakan wilayah kerajaan di bawah kekuasaan raja-raja. Tercatat raja yang terakhir sampai tahun 1908 adalah Ida Anak Agung Gde Djelantik yang membawahi 21 Punggawa, yaitu Karangasem, Seraya, Bugbug, Ababi, Abang, Culik, Kubu, Tianyar, Pesedahan, Manggis, Antiga, Ulakan, Bebandem, Sibetan, Pesangkan, Selat, Muncan, Rendang, Besakih, Sidemen dan Talibeng.

Setelah Belanda menguasai Karangasem, terhitung mulai tanggai 1 Januari 1909 dengan Keputusan Gubernur Djendral Hindia Belanda tertanggal 28 Desember 1908 No. 22, Kerajaan Karangasem dihapuskan dan dirubah menjadi Gauverments Lanschap Karangasem di bawah Pimpinan I Gusti Gde Djelantik (Anak angkat Raja Ida Anak Agung Gde Djelantik) yang memakai gelar Stedehouder. Jumlah kepunggawaan pada saat itu diciutkan dari 21 menjadi 14, yaitu Karangasem, Bugbug, Ababi, Abang, Kubu, Manggis, Antiga, Bebandem, Sibetan, Pesangkan, Pesangkan Selat, Muncan, Rendang dan Sidemen.

Dengan Keputusan Gubernur Hindia Belanda tertanggal 16 Desember 1921 No. 27 Stbl No. 756 tahun 1921 terhitung mulai tanggal 1 Januari 1922, Gouvernements Lanschap Karangasem dihapuskan, dirubah menjadi daerah otonomi, langsung di bawah Pemerintahan Hindia Belanda, terbentuklah Karangasem Raad yang diketuai oleh Regent I Gusti Agung Bagus Djelantik, yang umum dikenal sebagai Ida Anak Agung Bagus Djelantik, sedangkan sebagai Sekretaris dijabat oleh Controleur Karangasem.
Sebagai Regent Ida Anak Agung Bagus Djelantik masih mempergunakan gelar Stedehouder. Jumlah Punggawa yang sebelumnya berjumlah 14 buah dikurangi lagi sehingga menjadi 8 buah, yaitu : Rendang, Selat, Sidemen, Bebandem, Manggis, Karangasem, Abang, Kubu. Dengan Keputusan Gubernur Djendral Hindia Belanda tertanggal 4 September 1928 No. I gelar Stedehouder diganti dengan gelar Ida Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem.

Dengan Keputusan Gubernur Djendral Hindia Belanda tertanggal 30 Juni 1938 No. 1 terhitung mulai tanggal 1 Juli 1938 beliau diangkat menjadi Zelfbesteur Karangasem (terbentuknya swapraja). Bersamaan dengan terbentuknya Zelfbesteur Karangasem, terhitung mulai tanggal 1 Juli 1938 terbentuk pulalah Zelfbesteur – Zelfbesteur di seluruh Bali, yaitu Klungkung, Bangli, Gianyar, Badung, Tabanan, Jembrana dan Buleleng, dimana swapraja-swapraja (Zelfbesteur) tersebut tergabung menjadi federasi dalam bentuk Paruman Agung.

Pada atahun 1942 Jepang masuk ke Bali, Paruman Agung diubah menjadi Sutyo Renmei. Pada tahun 1946 setelah Jepang menyerah, Bali menjadi bagian dari Pemerintah Negara Indonesia Timur dan Swapraja di Bali diubah menjadi Dewan Raja-Raja dengan berkedudukan di Denpasar dan diketuai oleh seorang Raja.

Pada bulan Oktober 1950, Swapraja Karangasem berbentuk Dewan Pemerintahan Karangasem yang diketuai oleh ketua Dewan Pemerintahan Harian yang dijabat oleh Kepala Swapraja (Raja) serta dibantu oleh para anggota Majelis Pemerintah Harian. Pada tahun 1951, istilah Anggota Majelis Pemerintah Harian diganti menjadi Anggota Dewan Pemerintah Karangasem. Berdasarkan UU No. 69 tahun 1958 terhitung mulai tanggal 1 Desember 1958, daerah-daerah swapraja diubah menjadi Daerah Tingkat II Karangasem.

Sejarah Singkat Kota Amlapura

Menurut Pebancangah Babad Dalem, bahwa semenjak bertahta Raja I Dewa Karang Amla, Wilayah Kota Amlapura ini disebut Desa Batuaya. Kemudian tahta berganti sampai masa raja Ida Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem, yang istananya di Puri Amlaraja, pada saat itu sebutan Karangasem sudah dipakai, yang dalam hal ini dikukuhkan oleh Piagam Pura Bukit. Dengan bertahtanya Raja Anak Agung Gde Putu dan Anak Agung Gde Oka, Awig-Awig Desa Batuaya diubah menjadi Awig-Awig Amlapura. Kemudian dibawah pemerintahan Anak Agung Gde Jelantik, sebutan Wilayah Kota Amlapura ini kembali disebut Karangasem sebagai suatu pusat pemerintahan.

Dengan Keputusan Mentri Dalam Negeri (Mendagri) tertanggal 28 November 1970 No. 284 tahun 1970, terhitung mulai tanggal 17 Agustus 1970, Ibu Kota Karangasem
diubah menjadi Amlapura, kembali sebagai nama Kerajaan Karangasem yang bertahta di Kota Karang Amla (Amla berarti Asem).

Riwayat Singkat Lahirnya Nama Amlapura

Pada saat itu semenjak terjadi penyerahan kekuasaan kerajaan Karangasem dari pemegang tampuk kekuasaan Raja Batuaya kepada pihak Puri Karangasem, merupakan masa peralihan dari sistim kerajan kepada sistem Pemerintahan Republik, dimana wilayah Kota Amlapura sekarang bernama Amlanegantun.
Mula-mula Ibu Kota Karangasem masih berpusat dengan nama Karangasem pula. Mengingat beberapa Kabupaten di Bali sudah memiliki Ibu Kota seperti Buleleng dengan Kota Singaraja – Singa Ambararaja, Jembrana dengan Kota Negara, Badung dengan Ibu Kota Denpasar, maka dicarilah upaya untuk mencari nama terbaik Ibu Kota Karangasem.

Anak Agung Gde Karang yang menjadi Bupati saat itu berkonsultasi dengan Ketua DPRD Ida Wayan Pidada, hingga menemukan nama Amlepure (Amlapura) yang artinya, Amla berarti buah-buahan, sebagaimana layaknya daerah Karangasem yang memiliki potensi buah-buahan yang sangat beragam, buah apapun yang ada di Bali di Karangasem pun ada. Dari asal nama wilayah Amlanegantun dan sebagai pusat buah-buahan yang beragam, maka lahirlah nama Amlapura (Pura = tempat, Amla =
buah).

Nama Amlapura akhirnya diresmikan sebagai Ibu Kota Kabupaten Karangasem dengan turunnya Kep. Mendagri tanggal 28 Nopember 1970 No. 284 tahun 1970, dan terhitung mulai tanggal 17 Agustus 1970, Kota Karangasem sebagai Ibu Kota Dati II diubah menjadi Amlapura, bersamaan dengan Upacara Pembukaan Selubung Monument Lambang Daerah, oleh Panglima Daerah Kepolisian (Pangdak) XV Bali, sebagai Panji kebanggaan Kabupaten Karangasem di Lapangan Tanah Aron. Dan yang menggembirakan saat itu Kabupaten Karangasem menerima penghargaan Sertifikat dan Tropy Patung dan hadiah berupa uang Rp. 200,00 sebagai Kabupaten Terbersih di Bali. Kini Karangasem pada peringatan hut Kota Amlapura ke-39 juga menjadi Kota Terbersih tidak hanya se-Propinsi Bali tetapi se-Indonesia dengan meraih Trophy Adipura.

Lambang Daerah diambil dari simbol Gunung Agung yang mengepulkan asap dengan membentuk Pulau Bali dengan Tugu Pahlawan di tengah, dikelilingi padi dan kapas menandakan simbol kemakmuran Gunung Agung dengan Pura Besakih sebagai pusat ritual umat Hindhu serta memiliki sejarah sebagai daerah perjuangan, murah sandang pangan, gemah ripah loh jinawi berkat lahar Gunung Agung.
Sedangkan garis merah merupakan simbol Karangasem ngemong Pura Kiduling Kreteg di Besakih.

Kepala Daerah dari masa ke masa

Para pejabat yang pernah memegang jabatan sebagai Bupati Kepala Daerah Tingkat II Karangasem, yaitu :

Anak Agung Gde Jelantik ( 1951 – 1960 )
I Gusti Lanang Rai ( 1960 – 1967 )
Anak Agung Gde Karang ( 1967 – 1979 )
Letkol Pol I Gusti Nyoman Yudana ( 1979 – 1989 )
Kolonel Pol. I Ketut Mertha, Sm.Ik. S.sos ( 1989 – 1999 )
Drs. I Gede Sumantara Adi Prenatha dan Wakil Drs. I Gusti Putu Widjera ( 1999 – 2005 )
I Wayan Geredeg, S.H. dan Wakil Drs. I Gusti Lanang Rai, M.Si. ( 2005 – 2010 )
I Wayan Geredeg, S.H. dan Wakil I Made Sukarena, S.H. (2010 – sekarang)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 13, 2011 in Uncategorized

 

USABHA DANGSIL DI DESA ADAT MERITA

  1. I.           Latar Belakang

Menghormati wong perahu atau wong Jawa yang mempertahankan Desa Adat Merita dari kehancuran karena serangan dari desa lain serta menyelamatkan warga desa Merita dari kesengsaraan dan bahaya karena serangan wabah penyakit.

  1. II.        Pengertian Usabha Dangsil

Usabha Dangsil adalah : pelaksanaan yadnya yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Adat Merita dengan sarana dangsil yang alat dan bahan sesajennya dari berbagai buah-buahan , daun-daunan, bermacam-macam biji-bijian serta jajan seperti jajan uli, jajan gina yang dibentuk atau disusun seperti meru (dangsil), dimana kerangkanya dibuat dari bambu yang dihiasi daun enau (ron).

  1. III.     Tujuan Dilaksanakan Usabha Dangsil
    1. Untuk menghormati wong perahu (orang Jawa) yang merupakan salah satu leluhur dari warga Desa Adat Merita (Ki Pasek Tulamben).
    2. Rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan atas kesejahteraan dan kemakmuran yang dilimpahkan kepada warga Desa Adat Merita dengan mempersembahkan hasil bumi seperti di atas.
  1. IV.      Proses / Pelaksanaan Upacara Usabha Dangsil

Usabha Dangsil dilaksanakan 2 tahun sekali setiap Purnama sasih kaenam. Dalam prosesi upacara Usabha Dangsil ini semua warga Desa Adat Merita membawa sesajen ke Pura Desa. Sesajen khusus yang menyerupai dangsil diletakkan di samping perahu yang ada di tengah natar Pura Desa, di Desa Adat Merita. Saat upacara berlangsung yang diantar oleh Sulinggih semua warga duduk rapi dalam suasana hening. Disaat itu pula, 9 orang yang sudah ditunjuk (turun temurun) memakai pakaian orang Madura mereka menari mengelilingi perahu dan dangsil itu. Mereka menari dengan gaya orang Madura dan tanpa disadari, biasanya mereka menari sambil membawa clurit dan ditusukkan ke dadanya. Sampai mereka habis menari baru acara persembahyangan dilanjutkan. Upacara usai semua warga pulang dan glungsur isi dangsil sama-sama satu secara merata dengan tujuan memperoleh keselamatan.

Menurut tokoh Desa Adat Merita; Bapak Wayan Berata, beliau mengatakan jika Usabha Dangsil ini tidak diadakan maka hasil bumi di desa ini akan menurun serta banyak warga yang sakit (desa kena musibah). Sehingga keberadaan Ngusabha Dangsil ini tetap eksis sampai sekarang, sebagai pertanda bahwa warga Desa Adat Merita tetap menghormati leluhur mereka (wong perahu) serta rasa syukur yang dipersembahkan kepada Tuhan atas dikaruniai keselamatan dan kemakmuran.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 13, 2011 in Uncategorized

 

TENSES

  1. 1.      Present Continuous Tense

(Waktu yang sedang berlangsung sekarang)

Menyatakan suatu kejadian atau perbuatan yang sedang berlangsung pada saat bicara.

Pola Kalimat :

S + to be (is, am, are) + V-ing + O/C

Subject Singular

*        I menggunakan to be am; You menggunakan to be are

*        He, She, it menggunakan to be is

Subject Plural

*        You, We, They menggunakan to be are.

(+) Subject + to be (is, am, are) + Verb-ing _ Object/Complement
(-) Subject + to be (is, am, are) + not + Verb-ing + Object/Complement
(?) To be (is, am, are) + Subject + Verb-ing + Object/Complement

Contoh :

Subject Singular

Kalimat Verbal (Kalimat Berpredikat Verba)

Subject

Contoh

Makna

I

(+)  I am speaking English

(-)   I am not speaking English

(?)  Am I speaking English

Saya sedang bicara bahasa Inggris

Saya tidak sedang bicara bahasa Inggris

Apakah saya sedang bicara bahasa Inggris?

 

  1. 2.      Simple Present Tense (Waktu sekarang sederhana)

Menyatakan kejadian yang berlangsung berulang-ulang atau yang merupakan kebiasaan, serta menyatakan hal yang tetap atau fakta

Pola Kalimat :

S + V1 (s/es) atau S + to be (is, am, are + O/C

Ket:

S    :   Subject

V   :   Verb

O   :   Object

C   :   Complement

Subject Singular :

*        I, You menggunakan V1 tanpa penambahan s/es

*        He, She, It menggunakan V1 dengan penambahan s/es

Subject Plural :

*        You, We, They menggunakan V1 tanpa penambahan s/es

Jenis Subject

Subject

be

Do/does

Singular

I

am

do

You

are

He

She

it

is

does

Plural

You

We

They

are

do

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(+) Subject + Verb-1 (s/es) + Object/Complement
(-) Subject + do/does + not + Verb-1 + Object/Complement
(?) Do/Does + Subject + Verb-1 + Object/Complement

atau

(+) Subject + to be (is, am, are) + Object/Complement
(-) Subject + to be (is, am, are) + not + Object/Complement
(?) To be (is, am, are) + Subject + Object/Complement

 

Contoh :

Subject Singular

Kalimat Verbal (Kalimat Berpresdikat Verba)

Subject

Contoh

Makna

I

(+)  I speak English everyday

(-)  I do not speak English

everyday

(?)  Do I speak English

everyday?

Saya bicara bahasa Inggris setiap hari

Saya tidak bicara bahasa Inggris setiap hari

Apakah saya bicara bahasa Inggris setiap hari?

Kalimat Nominal (Kalimat Berpredikat to be)

Subject

Contoh

Makna

I

(+)  I am a high school student

(-)  I am not a high school

student

(?)  Am I a high school

student?

Saya seorang siswa SMA

Saya bukan seorang siswa SMA

Apakah saya seorang siswa SMA?

Subject Plural

Kalimat Verbal (Kalimat Berpredikat Verba)

Subject

Contoh

Makna

You

(+)  You speak English every-

day

(-)  You do not speak English

everyday

(?)  Do you speak English ev-

eryday?

Kalian bicara bahasa Inggris setiap hari

Kalian tidak bicara bahasa Inggris setiap hari

Apakah kalian bicara bahasa Inggris setiap hari?

Kalimat Nominal (Kalimat Berpredikat to be)

Subject

Contoh

Makna

You

(+)  You are high school stu-

dents

(-)  You are not high school

students

(?)  Are you high school stu-

dents?

Kalian siswa SMA

Kalian bukan siswa SMA

Apakah kalian siswa SMA?

 

  1. 3.      Simple Past Tense (Waktu lampau sederhana)

Menyatakan suatu perbuatan atau kejadian yang terjadi pada suatu waktu tertentu pada masa lampau.

Pola Kalimat :

S + V-II + O/C atau S + to be (was/were) + O/C

Subject Singular :

*        I bisa memakai were atau was dalam konteks tertentu; You menggunakan were. Were biasanya dipakai dalam kalimat pengandaian. Contoh : If I were a rich girl. (Seandainya aku gadis yang kaya).

*        He, She, It menggunakan was.

Subject Plural :

*        You, We, They menggunakan were.

(+) Subject + Verb-II + Object/Complement
(-) Subject + did + not + Verb-I + Object/Complement
(?) Did + Subject + Verb-I + Object/Complement

atau

(+) Subject + to be (was/were) + Object/Complement
(-) Subject + to be (was/were) + not + Object/Complement
(?) To be (was/were) + Subject + Object/Complement

Contoh :

Subjek Singular

Kalimat Verbal (Kalimat Berpredikat Verba)

Subject

Contoh

Makna

I

(+)  I bought a bike yesterday

(-)   I did not buy a bike yes-

terday

(?)  Did I buy a bike yester-

day?

Saya membeli sebuah sepeda kemarin

Saya tidak membeli sebuah sepeda kemarin

Apakah saya membeli sebuah sepeda kemarin?

Kelimat Nominal (Kalimat Berpredikan to be)

Subject

Contoh

Makna

I

(+) I was a high school student

last year.

(-) I was not a high school stu-

dent last year

(?) Was I a high school student

last year?

Saya adalah seorang siswa SMA tahun kemarin

Saya bukan seorang siswa SMA tahun kemarin

Apakah saya adalah seorang siswa SMA tahun kemarin?

Subject Plural

Kalimat Verbal (Kalimat Berpredikat Verba)

Subject

Contoh

Makna

You

(+) You bought a bike yester day

(-)  You did not buy a bike yes terday

(?)  Did you buy a bike yester

day

Kalian membeli sebuah sepeda kemarin

Kalian tidak membeli sebuah sepeda kemarin

Apakah kalian membeli sebuah sepeda kemarin?

 

Kalimat Nominal (Kalimat Berpredikat to be)

Subject

Contoh

Makna

You

(+) You were high school stu- dent last year.

(-) You were not high school  student last year

(?) Were you high school student last year?

Kalian adalah siswa SMA tahun   kemarin

Kalian bukan siswa SMA tahun    kemarin

Apakah kalian adalah siswa SMA tahun kemarin?

  1. 4.      Past Continuous Tense (Waktu berlangsung lampau)

Menyatakan suatu perbuatan atau kejadian yang sedang terjadi pada waktu lampau dan bersamaan dengan kejadian lain.

Pola Kalimat :

S + to be (was/were) + V-ing + O/C

Subject Singular :

*    I, You menggunakan were

*    He, She, It menggunakan was

Subject Plural :

*    You, We, They menggunakan were

(+) Subject + was/were + Verb-ing + Object/Complement
(-) Subject + was/were + not + Verb-ing + Object/Complement
(?) Was/were + Subject + Verb-ing + Object/Complement

Contoh :

Subject Singular

Subject

Contoh

Makna

I

(+)  I was reading a magazine

(-) I was not reading a magazine

(?)  Was I reading a magazine?

Saya sedang membaca majalah

Saya tidak sedang membaca majalah

Apakah saya sedang membaca majalah?

Subject Plural

Subject

Contoh

Makna

You

(+) You were reading a magazine

(-) You were not reading a maga-zine

(?) Were you reading a maga-zine?

Kalian sedang membaca majalah

Kalian tidak sedang membaca  majalah

Apakah kalian sedang membaca majalah?

  1. 5.      Present Perfect Tense (Waktu selesai sekarang)

Menyatakan suatu perbuatan yang telah dilakukan pada suatu waktu yang tidak tertentu pada masa lampau (telah selesai).

Pola kalimat :

S + have/has + V-III + O/C atau S + have/has + been + O/C

Subject Singular :

*    I dan You menggunakan have

*    He, She, It menggunakan has

Subject Plural :

*    You, We, They menggunakan have

(+) Subject + have/has + Verb-III + Object/Complement
(-) Subject + have/has + not + Verb-III + Object/Complement
(?) Have/has + Subject + Verb-III + Object/Complement

atau

(+) Subject + have/has + been + Object/Complement
(-) Subject + have/has + not + been + Object/Complement
(?) Have/has + Subject + been + Object/Complement

Contoh :

Subject Singular

Kalimat Verbal (Kalimat Berpredikat Verba)

Subject

Contoh

Makna

I

(+)  I have written a novel

(-)   I have not written a novel

(?)  Have I written a novel?

Saya telah menulis sebuah novel

Saya belum menulis sebuah novel

Apakah saya telah menulis sebuah novel?

Kalimat Nominal (Kalimat Berpredikat to be)

Subject

Contoh

Makna

I

(+)  I have been in college since

last year

(-) I have not been in college since last year

(?) Have I been in college since last year?

Saya telah berada di kampus sejak tahun kemarin

Saya belum berada di kampus sejak tahun kemarin

Apakah saya telah berada di kampus sejak tahun kemarin?

Subject Plural

Kalimat Verbal (Kalimat Berpredikat Verba)

Subject

Contoh

Makna

You

(+) You have written a novel

(-)  You have not written a novel

(?)  Have you written a novel?

Kalian telah menulis sebuah novel

Kalian belum menulis sebuah novel

Apakah kalian telah menulis sebuah novel?

 

Kalimat Nominal (Kalimat Berpredikat to be)

Subject

Contoh

Makna

You

(+) You have been in college since last year

(-) You have not been in college since last year

(?) Have you been in college since last year?

Kalian telah berada di kampus sejak tahun kemarin

Kalian tidak telah berada di kampus sejak tahun kemarin

Apakah kalian telah berada di kampus sejak tahun kemarin?

 

  1. 6.      Present Perfect Continuous Tense

(Waktu selesai dengan berlangsung sekarang)

Digunakan untuk menyatakan suatu kejadian atau perbuatan yang telah dilakukan pada masa lampau dan masih berlangsung hingga saat ini.

Pola Kalimat :

S + have/has + V-III + O/C atau S + have/has + been + O/C

Subject Singular :

*        I dan You menggunakan have

*        He, She, It menggunakan has

Subject Plural :

*        You, We, They menggunakan have

(+) Subject + have/has + been + Verb-ing + Object/Complement
(-) Subject + have/has + not + been + Verb-ing + Object/Complement
(?) Have/has + Subject + been + Verb-ing + Object/Complement

Contoh :

Subject Singular

Subject

Contoh

Makna

I

(+)  I have been playing chess for half an hour

(-) I have not been playing chess for half an hour

(?) Have I been playing chess for half an hour?

Saya telah sedang bermain catur selama setengah jam

Saya tidak telah sedang bermain catur selama setengah jam

Apakah saya telah sedang bermain catur selama setengah jam?

Subject Plural

Subject

Contoh

Makna

You

(+) You have been playing chess for half an hour

(-) You have not been playing chess for half an hour

(?) Have you been playing chess for half an hour?

Kalian telah sedang bermain catur selama setengah jam

Kalian tidak telah sedang bermain catur selama setengah jam

Apakah kalian telah sedang bermain catur selama setengah jam?

  1. 7.      Past Perfect Tense (Waktu selesai lampau)

Menyatakan suatu perbuatan atau kejadian yang telah terjadi dan telah selesai pada waktu lampau ketika suatu kejadian lain terjadi.

Pola Kalimat :

S + had + V-III + O/C atau S + had + been + O/C

(+) Subject + had + Verb-III + Object/Complement
(-) Subject + had + not + Verb-III + Object/Complement
(?) Had + Subject + Verb-III + Object/Complement

atau

(+) Subject + had + Verb-III + Object/Complement
(-) Subject + had + not + been + Object/Complement
(?) Had + Subject + been + Object/Complement

Contoh :

Subject Singular

Kalimat Verbal (Kalimat Berpredikat Verba)

Subject

Contoh

Makna

I

(+)  I had graduated from high school when Laura got married

(-) I had not graduated from high school when Laura got married

(?) Had I graduated from high school when Laura got married?

Saya telah lulus SMA ketika Laura menikah

Saya belum lulus SMA ketika Laura menikah

Apakah saya telah lulus SMA ketika Laura menikah?

 

Kalimat Nominal (Kalimat Berpredikat to be)

Subject

Contoh

Makna

I

(+)  I had been in BCA Bank for fifteen minutes

(-) I had not been in BCA Bank for fifteen minutes

(?) Had I been in BCA Bank for fifteen minutes

Saya telah berada di bank BCA selamalimabelas menit

Saya belum berada di bank BCA selamalimabelas menit

Apakah saya telah berada di bank BCA selamalimabelas menit?

Subject Plural

Kalimat Verbal (Kalimat Berpredikat Verba)

Subject

Contoh

Makna

You

(+) You had graduated from high school when Laura got married

(-) You had not graduated from high school when Laura got married

(?)  Had you graduated from high school when Laura got married?

Kalian telah lulus SMA ketika Laura menikah

Kalian belum lulus SMA ketika Laura menikah

Apakah kalian telah lulus SMA ketika Laura menikah?

 

Kalimat Nominal (Kalimat Berpredikat to be)

Subject

Contoh

Makna

You

(+) You had been in BCA Bank for fifteen minutes

(-)   You had not been in BCA Bank for fifteen minutes

(?) Had you been in BCA Bank for fifteen minutes

Kalian telah berada di bank BCA selamalimabelas menit

Kalian belum berada di bank BCA selamalimabelas menit

Apakah kalian telah berada di bank BCA selamalimabelas menit?

  1. 8.      Past Perfect Continuous Tense

(Waktu sedang berlangsung selesai lampau)

Digunakan untuk menyatakan hal/peristiwa yang telah mulai dan masih berlangsung ketika suatu kejadian lain terjadi pada masa lampau.

Pola Kalimat :

S + had + been + V-ing + O/C

(+) Subject + had + been + Verb-ing + Object/Complement
(-) Subject + had + not + been + Verb-ing + Object/Complement
(?) Had + Subject + been + Verb-ing + Object/Complement

Contoh :

Subject Singular

Subject

Contoh

Makna

I

(+)  I had been living in Maka-sar for twelve years

(-) I had not been living in Ma- kasar for twelve years

(?) Had I been living in Maka-sar for twelve years?

Saya telah sedang tinggal di Makasar selama dua belas tahun

Saya belum tinggal di Makasar selama dua belas tahun

Apakah saya telah sedang tinggal di Makasar selama dua belas tahun?

Subject Plural

Subject

Contoh

Makna

You

(+) You had been living in Makasar for twelve years

(-)  You had not been living in Makasar for twelve years

(?) Had you been living in Makasar for twelve years?

Kalian telah sedang tinggal di Makasar selama dua belas tahun

Kalian belum tinggal di Makasar selama dua belas tahun

Apakah kamu telah sedang tinggal di Makasar selama dua belas tahun?

  1. 9.      Simple Future Tense (Waktu akan dating sederhana)

Digunakan untuk menyatakan perbuatan/hal yang akan terjadi atau akan dilakukan pada waktu yang akan datang. Tense ini biasanya memakai will/shall dan be going to.

Pola Kalimat :

S + shall/will + V-I + O/C atau S + shall/will + be + O/C

(+) Subject + will/shall + Verb-I + Object/Complement
(-) Subject + will/shall + not + Verb-I + Object/Complement
(?) Will/shall + Subject + Verb-I + Object/Complement

atau

(+) Subject + shall/will + be + Object/Complement
(-) Subject + shall/will + not + be + Object/Complement
(?) Shall/will + Subject + be + Object/Complement

Contoh :

Subject Singular

Kalimat Verbal (Kalimat Berpredikat Verba)

Subject

Contoh

Makna

I

(+)  I shall clean the bedroom

(-) I shall not clean the bed-room

(?) Shall I clean the bedroom?

Saya akan membersihkan kamar tidur

Saya tidak akan membersihkan kamar tidur

Apakah saya akan membersihkan kamar tidur?

 

Kalimat Nominal (Kalimat Berpredikat to be)

Subject

Contoh

Makna

I

(+)  I shall be in the office this morning

(-) I shall not be in the office this morning

(?) Shall I be in the office this morning?

Saya akan berada di kantor pagi ini

Saya tidak akan berada di kantor pagi ini

Apakah saya akan berada di kantor pagi ini?

Subject Plural

Kalimat Verbal (Kalimat Berpredikat Verba)

Subject

Contoh

Makna

You

(+) You will clean the bedroom

(-)   You will not clean the bedroom

(?) Will you clean the bedroom?

Kalian akan membersihkan kamar tidur

Kalian tidak akan membersihkan kamar tidur

Apakah kalian akan membersihkan kamar tidur?

 

Kalimat Nominal (Kalimat Berpredikat to be)

Subject

Contoh

Makna

You

(+)  You will be in the office this morning

(-) You will not be in the office this morning

(?) Will you be in the office this morning?

Kalian akan berada di kantor pagi ini

Kalian tidak akan berada di kantor pagi ini

Apakah kamu akan berada di kantor pagi ini?

  1. 10.  Future Continuous Tense

(Waktu sedang berlangsung akan datang)

Digunakan untuk menyatakan hal/peristiwa yang akan sedang terjadi/dilakukan pada waktu tertentu pada waktu yang akan datang

Pola Kalimat :

S + shall/will + be + V-ing + O/C

(+) Subject + shall/will + be + Verb-ing + Object/Complement
(-) Subject + shall/will + not + be + Verb-ing + Object/Complement
(?) Shall/will + Subject + be + Verb-ing + Object/Complement

Contoh :

Subject Singular

Subject

Contoh

Makna

I

(+) I shall be cleaning the bedroom atsix o’clockthis morning

(-)   I shall not be cleaning the bedroom atsix o’clockthis morning

(?) Shall I be cleaning the bedroom atsix o’clockthis morning?

Saya akan sedang membersihkan kamar tidur pada jam enam pagi ini

Saya tidak akan sedang membersihkan kamar tidur pada jam enam pagi ini

Apakah saya akan sedang membersihkan kamar tidur pada jam enam pagi ini?

Subject Plural

Subject

Contoh

Makna

You

(+) You will be cleaning the bedroom atsix o’clockthis morning

(-)  You will not be cleaning the bedroom atsix o’clockthis morning

(?)  Will you be cleaning the bedroom atsix o’clockthis morning?

Kalian akan sedang membersihkan kamar tidur pada jam enam pagi ini

Kalian tidak akan sedang membersihkan kamar tidur pada jam enam pagi ini

Apakah kalian akan sedang membersihkan kamar tidur pada jam enam pagi ini?

  1. 11.  Future Perfect Tense (Waktu selesai akan datang)

Digunakan untuk menyatakan hal atau peristiwa yang akan telah selesai dilakukan pada waktu tertentu pada waktu yang akan datang.

Pola Kalimat :

S + shall/will + have + V-III + O/C atau S + shall/will + have + been + O/C

(+) Subject + shall/will + have + Verb-III + Object/Complement
(-) Subject + shall/will + not + have + Verb-III + Object/Complement
(?) Shall/will + Subject + have + Verb-III + Object/Complement

atau

(+) Subject + shall/will + have + been + Object/Complement
(-) Subject + shall/will + not + have + been + Object/Complement
(?) Shall/will + Subject + have + been + Object/Complement

Contoh :

Subject Singular

Kalimat Verbal (Kalimat berpredikat Verba)

Subject

Contoh

Makna

I

(+) I shall have studied English for three years by the end of this semester

(-)  I shall not have studied English for three years by the end of this semester

(?) Shall I have studied English for three years by the end of this semester?

Saya akan telah belajar bahasa Inggris selama tiga tahun pada akhir semester ini.

Saya tidak akan telah belajar bahasa Inggris selama tiga tahun pada akhir semester ini.

Apakah saya akan telah belajar bahasa Inggris selama tiga tahun pada akhir semester ini?

 

 

 

 

Kalimat Nominal (Kalimat Berpredikat to be)

Subject

Contoh

Makna

I

(+) I shall have been in the cinema for two hours by then

(-)   I shall not have been in the cinema for two hours by then

(?) Shall I have been in the cinema for two hours by then

Saya akan telah berada di bioskop selama dua jam pada waktu itu

Saya tidak akan telah berada di bioskop selama dua jam pada waktu itu

Apakah saya akan telah berada di bioskop selama dua jam pada waktu itu?

 

Subject Plural

Kalimat Verbal (Kalimat berpredikat Verba)

Subject

Contoh

Makna

You

(+) You will have studied English for three years by the end of this semester

(-)  You will not have studied English for three years by the end of this semester

(?) Will you have studied English for three years by the end of this semester?

Kalian akan telah belajar bahasa Inggris selama tiga tahun pada akhir semester ini.

Kalian tidak akan telah belajar bahasa Inggris selama tiga tahun pada akhir semester ini.

Apakah kalian akan telah belajar bahasa Inggris selama tiga tahun pada akhir semester ini?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalimat Nominal (Kalimat Berpredikat to be)

Subject

Contoh

Makna

You

(+) You will have been in the cinema for two hours by then

(-)   You will not have been in the cinema for two hours by then

(?) Will you have been in the cinema for two hours by then

Kalian akan telah berada di bioskop selama dua jam pada waktu itu

Kalian tidak akan telah berada di bioskop selama dua jam pada waktu itu

Apakah kalian akan telah berada di bioskop selama dua jam pada waktu itu?

  1. 12.  Future Perfect Continuous Tense

(Waktu sedang berlangsung selesai akan datang)

Menyatakan hal/peristiwa yang sudah dimulai beberapa lama dan akan sedang berlangsung pada waktu yang akan datang.

Pola Kalimat :

S + shall/will + have + been + Verb-ing + O/C

(+) Subject + shall/will + have + been + Verb-ing + Object/Complement
(-) Subject + shall/will + not + have + been + Verb-ing + Object/Complement
(?) Shall/will + Subject + have + been + Verb-ing + Object/Complement

Contoh :

Subject Singular

Subject

Contoh

Makna

I

(+) I shall have been riding this car for six years by the end of this month

(-)  I shall not have been riding this car for six years by the end of this month

(?) Shall I have been riding this car for six years by the end of this month?

Saya akan telah sedang mengendarai mobil ini selama enam tahun pada akhir bulan ini

Saya tidak akan telah sedang mengendarai mobil ini selama enam tahun pada akhir bulan ini

Apakah saya akan telah sedang mengendarai mobil ini selama enam tahun pada akhir bulan ini?

Subject Plural

Subject

Contoh

Makna

You

(+) You will have been riding this car for six years by the end of this month

(-) You will not have been riding this car for six years by the end of this month

(?) Will you have been riding this car for six years by the end of this month?

Kalian akan telah sedang mengendarai mobil ini selama enam tahun pada akhir bulan ini

Kalian tidak akan telah sedang mengendarai mobil ini selama enam tahun pada akhir bulan ini

Apakah kalian akan telah sedang mengendarai mobil ini selama enam tahun pada akhir bulan ini?

  1. 13.  Simple Past Future Tense (Waktu yang akan datang lampau)

Menyatakan hal atau peristiwa yang akan dilakukan pada waktu lampau.

Pola Kalimat :

S + would/should + V-I + O/C atau S + would/should + be + O/C

(+) Subject + would/should + Verb-I + Object/Complement
(-) Subject + would/should + not + Verb-I + Object/Complement
(?) Would/should + Subject + Verb-I + Object/Complement

atau

(+) Subject + would/should + be + Object/Complement
(-) Subject + would/should + not + be + Object/Complement
(?) Would/should + Subject + be + Object/Complement

Contoh :

Subject Singular

Kalimat Verbal (Kalimat Berpredikat Verba)

Subject

Contoh

Makna

I

(+) I should go toMalangyesterday

(-)  I should not go toMalangyesterday

(?) Should I go toMalangyesterday?

Saya akan pergi keMalangkemarin

Saya tidak akan pergi keMalangkemarin

Apakah saya akan pergi keMalangkemarin?

 

Kalimat Nominal (Kalimat Berpredikat to be)

Subject

Contoh

Makna

I

(+) I should be here last Wednesday.

(-)  I should not be here last Wednesday.

(?) Should I be here last Wednesday?

Saya akan berada di sini hari Rabu kemarin

Saya tidak akan berada di sini hari Rabu kemarin

Apakah saya akan berada di sini hari Rabu kemarin?

 

Subject Plural

Kalimat Verbal (Kalimat Berpredikat Verba)

Subject

Contoh

Makna

You

(+) You would go toMalangyesterday

(-) You would not go toMalangyesterday

(?) Would you go toMalangyesterday?

Kalian akan pergi keMalangkemarin

Kalian tidak akan pergi keMalangkemarin

Apakah kalian akan pergi keMalangkemarin?

 

Kalimat Nominal (Kalimat Berpredikat to be)

Subject

Contoh

Makna

You

(+) You would be here last Wednesday.

(-)  You would not be here last Wednesday.

(?) Would you be here last Wednesday?

Kalian akan berada di sini hari Rabu kemarin

Kalian tidak akan berada di sini hari Rabu kemarin

Apakah kalian akan berada di sini hari Rabu kemarin?

 

  1. 14.  Past Future Continuous Tense

(Waktu yang akan sedang terjadi pada waktu lampau)

Menyatakan hal atau peristiwa yang akan sedang terjadi atau dilakukan pada waktu lampau. Pada tense ini, auxiliary should/would dapat diterjemahkan dengan arti : seharusnya.

Pola Kalimat :

S + would/should + be + Verb-ing + O/C

(+) Subject + would/should + be + Verb-ing + Object/Complement
(-) Subject + would/should + not + be + Verb-ing + Object/Complement
(?) Would/should + Subject + be + Verb-ing + Object/Complement

Contoh :

Subject Singular

Subject

Contoh

Makna

I

(+) I should be finding the lost document beforenine o’clockyesterday

(-)  I should not be finding the lost document beforenine o’clockyesterday

(?) Should I am finding the lost document beforenine o’clockyesterday?

Saya akan sedang menemukan dokumen yang hilang sebelum jam sembilan kemarin

Saya tidak akan sedang menemukan dokumen yang hilang sebelum jam sembilan kemarin

Apakah saya akan sedang menemukan dokumen yang hilang sebelum jam sembilan kemarin?

Subject Plural

Subject

Contoh

Makna

You

(+) You would be finding the lost document beforenine o’clockyesterday

(-)  You would not be finding the lost document beforenine o’clockyesterday

(?) Would you be finding the lost document beforenine o’clockyesterday?

Kalian akan sedang menemukan dokumen yang hilang sebelum jam sembilan kemarin

Kalian tidak akan sedang menemukan dokumen yang hilang sebelum jam sembilan kemarin

Apakah kalian akan sedang menemukan dokumen yang hilang sebelum jam sembilan kemarin?

  1. 15.  Past Future Perfect Tense

(Waktu akan sudah selesai pada waktu lampau)

Biasanya digunakan dalam bentuk pengandaian pada waktu lampau, dimana perbuatan atau hal seharusnya akan telah terjadi jika syaratnya terpenuhi.

Pola Kalimat :

S + would/should + have + Verb-III + O/C atau S + would/should + have + been + O/C

(+) Subject + would/should + have + Verb-III + Object/Complement
(-) Subject + would/should + not + have + Verb-III + Object/Complement
(?) Would/should + Subject + have + Verb-III + Object/Complement

atau

(+) Subject + would/should + have + been + Object/Complement
(-) Subject + would/should + not + have + been + Object/Complement
(?) Would/should + Subject + have + been + Object/Complement

Contoh :

Subject Singular

Kalimat Verbal (Kalimat Berpredikat Verba)

Subject

Contoh

Makna

I

(+)   I should have gone before Mr. Cahyono arrived

(-)  I should not have gone before Mr. Cahyono arrived

(?)   Should I have gone before Mr. Cahyono arrived?

Saya harus telah pergi sebelum Pak Cahyono tiba

Saya tidak harus telah pergi sebelum Pak Cahyono tiba

Apakah saya harus telah pergi sebelum Pak Cahyono tiba?

 

Kalimat Nominal (Kalimat Berpredikat to be)

Subject

Contoh

Makna

I

(+)   I should have been there last week

(-)  I should not have been there last week

(?)   Should I have been there last week?

Saya harus telah berada disanaminggu kemarin

Saya tidak harus telah berada disanaminggu kemarin

Apakah saya harus telah berada disanaminggu kemarin?

 

Subject Plural

Kalimat Verbal (Kalimat Berpredikat Verba)

Subject

Contoh

Makna

You

(+) You would have gone before Mr. Cahyono arrived

(-)  You would not have gone before Mr. Cahyono arrived

(?) Would you have gone before Mr. Cahyono arrived?

Kalian harus telah pergi sebelum Pak Cahyono tiba

Kalian tidak harus telah pergi sebelum Pak Cahyono tiba

Apakah kalian harus telah pergi sebelum Pak Cahyono tiba?

 

Kalimat Nominal (Kalimat Berpredikat to be)

Subject

Contoh

Makna

You

(+) You would have been there last week

(-)  You would not have been there last week

(?)  Would you have been there last week?

Kalian harus telah berada disanaminggu kemarin

Kalian tidak harus telah berada disanaminggu kemarin

Apakah kalian harus telah berada disanaminggu kemarin?

  1. 16.  Past Future Perfect Continuous Tense

(Waktu akan sudah sedang berlangsung pada waktu lampau)

Menyatakan perbuatan atau hal yang seharusnya sudah sedang berlangsung beberapa lama pada masa lampau.

Pola Kalimat :

S + would/should + have + been + Verb-ing + O/C

(+) Subject + would/should + have + been + Verb-ing + Object/Complement
(-) Subject + would/should + not + have + been + Verb-ing + Object/Complement
(?) Would/should + Subject + have + been + Verb-ing + Object/Complement

Contoh :

Subject Singular

Subject

Contoh

Makna

I

(+) I should have been completing the work byten o’clocklast night

(-)  I should not have been completing the work byten o’clocklast night

(?) Should I have been completing the work byten o’clocklast night?

Saya harus telah sedang menyelesaikan pekerjaan pada jam sepuluh kemarin malam

Saya tidak harus telah sedang menyelesaikan pekerjaan pada jam sepuluh kemarin malam

Apakah saya harus telah sedang menyelesaikan pekerjaan pada jam sepuluh kemarin malam?

Subject Plural

Subject

Contoh

Makna

You

(+) You would have been completing the work byten o’clocklast night

(-)  You would not have been completing the work byten o’clocklast night

(?) Would you have been completing the work byten o’clocklast night?

Kalian harus telah sedang menyelesaikan pekerjaan pada jam sepuluh kemarin malam

Kalian tidak harus telah sedang menyelesaikan pekerjaan pada jam sepuluh kemarin malam

Apakah kalian harus telah sedang menyelesaikan pekerjaan pada jam sepuluh kemarin malam?

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 13, 2011 in Uncategorized

 
 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.